Sekilasindonews.com SERANG — Seorang ibu rumah tangga sekaligus single parent di Kota Serang harus berjuang keras melawan penyakit kanker payudara stadium IV yang dideritanya sejak dua tahun terakhir.
Penyakit tersebut mulai dirasakan sejak kehamilan terakhirnya, namun penanganan medis baru dapat dilakukan setelah proses persalinan.
Sejak divonis mengidap kanker payudara, kondisi fisiknya terus menurun.
Rasa sakit yang kerap kambuh membuatnya tidak lagi produktif bekerja. Bahkan, pada kondisi tertentu ia hanya bisa terbaring lemah.
Hal tersebut berdampak langsung pada perekonomian keluarga, terlebih ia harus menanggung kebutuhan hidup enam orang anak tanpa pendamping suami.
Sejak sakit, saya sudah tidak bisa bekerja seperti dulu. Mau usaha lain juga sulit karena kondisi tubuh sering drop.
“Padahal kebutuhan anak-anak tetap harus terpenuhi, mulai dari makan sampai biaya sekolah,” ujarnya dengan suara lirih.
Pengobatan kanker yang dijalaninya saat ini dilakukan di RSPAD Jakarta dengan menggunakan BPJS Kesehatan yang masih aktif karena statusnya yang sebelumnya terikat perusahaan.
Namun demikian, tidak semua kebutuhan pengobatan dapat ditanggung BPJS.
Biaya akomodasi, obat-obatan tertentu di luar BPJS, serta kebutuhan penunjang lainnya harus dibiayai secara mandiri, yang menjadi beban berat bagi dirinya.
Sekitar delapan bulan lalu, tepatnya pada Mei 2025, ia sempat mendapatkan kunjungan dari jajaran Pemerintah Kota Serang, termasuk Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, bersama pihak kelurahan, dinas terkait, dan Puskesmas setempat.
Dalam kunjungan tersebut, ia menerima bantuan uang tunai sebesar Rp3.000.000 serta paket sembako berupa beras 10 kilogram, mi instan, gula, susu kaleng, teh, dan sarden.
Selain bantuan tersebut, Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia saat itu juga menyampaikan adanya rencana bantuan lanjutan, termasuk pendidikan gratis bagi anak-anaknya dari jenjang PAUD hingga SMA.




















