Sekilasindonews.com Karanganyar — Kecelakaan tak membuat Susanto, 37 tahun, meratapi nasibnya. Meski kaki kanannya sampai kini belum bisa ditekuk setelah peristiwa nahas 2005 silam, Susanto tetap melanjutkan hidup.
Berkat pengalamannya sebagai koki di sebuah kedai di Karanganyar, Jawa Tengah, Susanto diterima di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), tepatnya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pojok, Mojogedang, Karanganyar.
Susanto dipercaya sebagai streamer nasi atau koki yang bertanggung jawab untuk menanak nasi. Dia bersyukur pengelola SPPG Pojok tak membeda-bedakannya dengan pekerja di SPPG itu.
“Alhamdulillah dengan kondisi seperti ini saya bisa bekerja dan diterima di SPPG Pojok. Lingkungannya semua sangat ramah. Dari atasan dan lainnya semuanya bisa menerima dengan kondisi saya saat ini,” kata Susanto, Sabtu (4/4).
Susanto bercerita, kakinya cedera saat dibonceng teman memakai sepeda motor. Meski masih membekas, peristiwa yang terjadi lebih pada 20 tahun lalu itu tak menyurutkannya untuk terus berusaha.
Lelaki yang belum berkeluarga ini tetap bersemangat menjalani hidup. Sebelum memulai bekerja sebagai koki, dia sempatkan memberi makan kambing dan ikan yang dia pelihara di pekarangan rumah.
















