Sekilasindonews.com Sumatra Barat – Upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor terus dipercepat melalui kerja lapangan yang dilakukan oleh TNI dan Polri pada Kamis (29/1).
Fokus kegiatan diarahkan pada pembersihan pasar dan aliran sungai oleh TNI, serta pembersihan rumah warga oleh Polri, guna mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat agar kembali aman dan normal.
Berdasarkan laporan kegiatan, personel TNI melaksanakan pembersihan Pasar Desa Huta Godang, termasuk area kanan dan kiri jalan yang terdampak material banjir dan longsor. Pembersihan menyasar endapan lumpur, sampah, serta sisa material yang menutup akses dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Langkah ini diprioritaskan untuk mempercepat pemulihan fasilitas publik dan kelancaran mobilitas, terutama di titik-titik yang menjadi pusat perputaran kebutuhan harian warga.
Selain di area pasar, TNI juga melakukan pembersihan aliran sungai dari puing-puing kayu yang terbawa arus dan menumpuk pascabanjir. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Adian Koting, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, dengan sasaran utama mengangkat dan menyingkirkan tumpukan kayu serta material lain yang berpotensi menyumbat aliran sungai.
Pembersihan aliran sungai ini dinilai penting untuk mengurangi risiko luapan susulan, memperlancar aliran air, serta meminimalkan potensi kerusakan lanjutan pada bantaran sungai dan permukiman di sekitarnya.
Sementara itu, Polri melalui personel Ditsamapta Polda **Sumatra Barat** melaksanakan pembersihan rumah warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam.
















