PT Timah Tbk Perkuat GCG Lewat Program Kepemimpinan, Jonan Singgung Logam Tanah Jarang
SEKILASINDONEWS.COM – PT Timah Tbk menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) melalui program penguatan kepemimpinan bagi jajaran pimpinan.
Dalam forum tersebut, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan secara lugas mendorong perusahaan pelat merah itu menggarap potensi logam tanah jarang sebagai sumber nilai tambah baru di masa depan.
Program bertajuk TINS Executive Leadership Program (TELP) Series 1 itu digelar selama tiga hari di Graha Timah, Pangkalpinang, dan diikuti oleh jajaran Komisaris, Direksi, pimpinan anak usaha, hingga pejabat strategis perusahaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi internal PT Timah Tbk dalam memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas kepemimpinan, sekaligus memastikan transformasi perusahaan berjalan terarah di tengah tekanan industri pertambangan yang kian dinamis.
Managing Director Holding Operasional Danantara, Agus Dwi Handaya, menekankan bahwa transformasi bukanlah agenda sesaat, melainkan proses berkelanjutan yang harus menjadi budaya organisasi.
“Transformasi harus dilakukan setiap hari. Kita harus relevan mengikuti perkembangan. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan mendalam, keterampilan unggul, karakter kuat, dan motivasi yang kokoh,” tegasnya.
Ia menilai, kepemimpinan yang solid menjadi faktor penentu keberhasilan perusahaan dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis.
Sementara itu, Ignasius Jonan dalam paparannya menyoroti pentingnya penciptaan nilai (creating value) dalam pengelolaan perusahaan.
Menurutnya, perusahaan tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus mampu melompat lebih jauh dengan menghadirkan inovasi strategis.
Jonan secara spesifik menyebut peluang pengembangan logam tanah jarang sebagai potensi besar yang bisa dioptimalkan PT Timah Tbk.










