Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Barat

Larangan Tak Digubris, Aktivitas Ponton Ilegal di Tembelok-Keranggan Makin Terang-terangan

×

Larangan Tak Digubris, Aktivitas Ponton Ilegal di Tembelok-Keranggan Makin Terang-terangan

Sebarkan artikel ini
Larangan Tak Digubris, Aktivitas Ponton Ilegal di Tembelok-Keranggan Makin Terang-terangan
Potret aktivitas tambang timah ilegal jenis ponton apung ilegal di perairan Tembelok-Keranggan. (Foto: Istimewa)

Larangan Tak Digubris, Aktivitas Ponton Ilegal di Tembelok-Keranggan Makin Terang-terangan

SEKILASINDONEWS.COM – Aktivitas tambang timah jenis ponton apung ilegal di perairan Tembelok-Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kian tak terkendali.

Meski larangan telah ditegaskan oleh aparat dan otoritas terkait, ratusan ponton apung itu justru terus beroperasi secara terbuka, tanpa upaya penyamaran.

Pantauan di lapangan, Minggu (26/4/2026), aktivitas tambang timah ilegal jenis ponton apung tersebut berlangsung intens sejak pagi hingga sore hari. Ponton-ponton terlihat berjejer memenuhi cakrawala laut, membentuk lanskap industri ilegal yang masif dan terorganisir.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius soal efektivitas penegakan hukum soal aktivitas ilegal tersebut. Pasalnya, peringatan demi peringatan telah disampaikan, namun tidak diikuti dengan tindakan yang mampu menghentikan aktivitas tersebut.

Seorang nelayan setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aktivitas tambang timah ilegal tersebut bukan lagi hal baru. Namun dalam beberapa waktu terakhir, intensitasnya meningkat drastis.

“Sekarang mereka tidak takut lagi. Siang hari pun kerja. Dulu masih sembunyi-sembunyi, sekarang terang-terangan,” ujarnya.

Menurut dia, kehadiran ponton-ponton ilegal tersebut secara langsung berdampak pada hasil tangkapan nelayan. Air laut yang semakin keruh dan rusaknya ekosistem membuat ikan menjauh dari wilayah tangkap tradisional.

“Dulu kami melaut tidak jauh sudah dapat. Sekarang harus lebih jauh, itu pun belum tentu dapat,” katanya.

Selain menekan ekonomi nelayan, aktivitas tambang ilegal ini juga diduga menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Sedimentasi dari pengerukan menutup terumbu karang, merusak habitat ikan, dan mengganggu keseimbangan ekosistem laut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi tambang ilegal di kawasan ini tidak berdiri sendiri. Aktivitas tersebut diduga melibatkan jaringan yang terstruktur, mulai dari pekerja lapangan hingga pemodal yang berada di balik layar.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional