Sekilasindonesia.id JAKARTA — Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyatakan negaranya ingin memperbarui kerja sama segitiga ekonomi Singapura-Johor-Riau atau “Sijori” bersama Indonesia dan Malaysia. Hal ini demi memperkuat investasi, konektivitas, hingga pengembangan ekonomi digital dan hijau di kawasan.
“Kami juga sedang mencari peluang agar Singapura dan Indonesia bisa bekerja lebih erat bersama Malaysia, misalnya melalui pembaruan kerja sama Singapore-Johor-Riau Island yang dulu kami sebut sebagai Sijori,” ujar Vivian usai mengikuti pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (12/5).
Sijori adalah bentuk kerja sama ekonomi yang digagas Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Kepulauan Riau yang masuk dalam area Sijori adalah Batam, Bintan, dan Karimun (BKK).
Penguatan konektivitas di Sijori lewat fiber optik, sektor energi, dan infrastruktur fisik sudah sejak lama jadi pembahasan demi meningkatkan nilai tambah ekonomi lewat investasi.
Ia pun menilai sejumlah proyek bilateral antara Indonesia dan Singapura saat ini terus menunjukkan perkembangan positif. Ia mencontohkan pengembangan Nongsa Digital Park di Batam serta Kendal Industrial Park di Jawa Tengah.
“Kami memiliki proyek bilateral seperti Nongsa Digital Park di Batam dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah. Proyek-proyek ini terus berkembang dengan baik dan kami juga melihat prospek pertumbuhan yang sangat baik, terutama di sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau,” katanya.
Berangkat dari hal tersebut, Vivian mengatakan Singapura membuka peluang kerja sama lebih luas untuk membangun keterlibatan (engagements) ekonomi dengan berbagai provinsi di Indonesia. Ia menilai kolaborasi antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia berpotensi memberikan manfaat besar bagi ketiga negara sekaligus memperkuat integrasi kawasan ASEAN.
“Ini adalah kemitraan yang saya yakini dapat memberikan manfaat luar biasa bagi ketiga negara,” ujar dia.
















