Wartawan Bangka Selatan Diintimidasi Pekerja Cinda Grop saat Ambil Gambar Baliho Disegel
SEKILASINDONEWS.COM – Dua wartawan di Bangka Selatan diduga diancam dan diintimidasi oleh pekerja Cinda Grop saat melakukan peliputan mengambil gambar dua baliho bertanda segel dari Satpol PP Kabupaten Bangka Selatan, di kawasan Simpang Lime Habang, Kecamatan Toboali, Kamis (11/6) sore.
Peristiwa tersebut bermula ketika jurnalis Bangkapos, Cepi Marlianto bersama wartawan TVRI Suwandika Ananto tengah melakukan pengambilan gambar di lokasi. Keduanya merekam dan pengambilan gambar kondisi baliho yang masih bertanda segel serta proses penurunan yang sedang berlangsung.
Namun situasi yang awalnya berjalan normal mendadak berubah. Seorang pegawai yang berada di lokasi menghampiri dan mempertanyakan terkait aktivitas peliputan tersebut.
“Bang, ada apa ambil video,” tanyanya.
Pertanyaan itu dijawab singkat. Jurnalis Bangkapos Cepi menjelaskan bahwa ia sedang menjalankan tugas peliputan untuk kebutuhan pemberitaan. Jawaban tersebut tampaknya belum cukup memuaskan.
Pegawai itu kemudian melaporkan keberadaan wartawan kepada dua rekannya yang sedang berada di atas rangka baliho dan terlibat dalam proses penurunan media reklame tersebut.
“Liputan,” jawab jurnalis Bangkapos, Cepi.
Tak lama berselang, suara dari atas baliho terdengar kembali menanyakan maksud pengambilan video. Setelah mendapatkan penjelasan yang sama, suasana mendadak berubah. Nada bicara yang sebelumnya sekadar bertanya berubah menjadi larangan yang disampaikan dengan suara keras.
“Dak usah ambil video. Apa hak ambil video,” tegas salah seorang pekerja.
















