Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Uncategorized

Sesama Aparat TNI Nyaris Bentrok, Akbar Kudai Tetap Aman

×

Sesama Aparat TNI Nyaris Bentrok, Akbar Kudai Tetap Aman

Sebarkan artikel ini

SEKILASINDONEWS.COM  BANGKA- Kilas balik penangkapan 25 ton pasir timah tujuan penyelundupan ke Malaysia oleh Satgas Anaconda dan Lanal Babel berlangsung dramatis di dermaga Jeti Tuing Kabupaten Bangka, Rabu (5/2/2025) lalu.

Bos timah Akbar Kudai diketahui sudah 48 kali melakukan penyelundupan timah, 2 kali dilepas dan 1 diproses lambat.

Bahkan saat penangkapan, oknum Kompi SS yang dikomandoi Serka IW yang diduga membekingi penyelundupan sempat meletuskan tembakan ke udara sebanyak 7 kali. Untungnya Satgas TNI AL Babel tak merespon hanya memberikan himbauan agar mundur. Belakangan diketahui pemilik timah tersebut adalah Grup Kudai.

” Benar, saat penangkapan ada oknum anggota Kompi SS di lokasi. Mereka sempat meletuskan sebanyak 7 kali tembakan ke udara tapi tidak direspon hanya diberikan himbauan oleh anggota TNI AL agar mundur,” kata sumber terpercaya media ini beberapa waktu lalu.

Dibeberkan sumber, sebelum penangkapan oleh Satgas Anaconda dan Lanal Babel, sudah ada tiga aparat lainnya yang hendak melakukan penangkapan.

” Sudah tahu semua aparat yang mau melakukan penangkapan. Ada dari Polres Bangka dan Krimsus Polda tapi semuanya mundur. Bahkan ada polisi militer juga,. Bahkan saat penangkapan sirine di markas Kompi SS berbunyi,” ungkapnya.

Sedangkan pemilik 25 ton timah tersebut, kata sumber adalah bos timah Grup Kudai.

” Pemiliknya grup Kudai. Mereka ini pemain lama di dunia pertimahan. Sedangkan penyelundupan timah tersebut sudah berlangsung untuk ketiga kalinya yang hendak dikirim ke Malaysia,” tandasnya.

Dalam penggerebekan tersebut, diamankan 1 Unit kapal kayu kapasitas 20 GT yang sudah berisi pasir timah perkiraan 12 Ton. Lalu 2 Unit Truk Nopol BN 8133 QY sekitar 5 Ton dan AE 8760 US 10 Ton.

Selain mengamankan barang bukti, turut dibawa Kapten kapal bernama Rusli (54),’
warga Desa Numbing RT 09 RW 092 kec. Bintang pesisir Kijang Tanjung Pinang dan dua ABK masing masing Rahmat (28) warga Batu 8 Bawah Tg pinang serta Salman Lubis (51), warga Perum Indo Nusa Lestari Blok I No 25 Tg Pinang (Batu 8 Deket RS)

” Info A 1 (akurat) ada sebanyak 6 oknum Kompi SS yang terlibat dalam pengamaman aksi penyelundupan. Yang paling senior pangkatnya Serka, inisial IW, kata sumber terpercaya media ini, Jumat (7/2/2025).

Ditanya siapa pemilik barang bukti timah, sumber terpercaya media ini menyebut kalau ada peran orang pusat. ” Timah itu sudah dibeli yang punya orang pusat. Saya menyebutnya aksi ini sebagai “Hiu makan Paus”, ungkapnya.

Saat ini masih dilaksanakan pemeriksaan awal Tim serta Barang Bukti diamankan di Mako Lanal Babel

Sementara itu, Dandenpom II/5 Bangka, Letkol CPM Harry Mulia Simamarta SH MHI dimintai tanggapan dugaan adanya keterlibatan oknum TNI AD mengaku belim menerima laporan.

” Saya belum menerima laporan ada oknum TNI yang terlibat. Nanti saya cek ya,” kata Letkol Simamarta dihubungi melalui ponselnya, Kamis (6/5/2025.

Akbar Kudai Tetap Aman

Dari serangkain peristiwa penangkapan dan penyelundupan timah (smuggling), Akbar Kudai hingga saat ini masih tetap aman. Bahkan sesama aparat TNI AL dan AD pernah terlibat bersitegang semuanya gara gara Akbar.

Andai saja TNI AL saat itu merespon 7 kali tembakan oknum TNI AD Kompi SS bakal terjadi pertumpahan darah.

Dari kejadian tersebut Akbar Kudai yang menjadi aktor utama tak pernah tersentuh aparat penegak hukum baik dari kepolisian, Polres Bangka yang punya wilayah, Krimsus Polda Babel maupun Ditpolairud.

Dulu belum ada yang namanya Satgas Tricakti maupun Satgas Halilintar bentukan Presiden Prabowo untuk mengamankn aset negara. Faktanya juga sekarang sudah ada Satgas Tricakti tetap saja seperti macan ompong tak berani menyentuh Akbar.

Akbar Kudai sejak dulu sampai sekarang berani bermain timah ilegal karena disekelilingnya banyak oknum aparat yang menjaga.

Diketahui timah hasil ilegal miliknya biar aman ada yang disetor ke PT Timah. Tapi kebanyakan dijual ke smelter swasta yang harganya jauh lebih mahal.

Ada Birin di Balik Jaringan Akbar Terendus ke Smelter MBS

Jaringan mafia timah milik kolektor Akbar Kudai terendus hingga ke beberapa sub kolektor. Terpantau sebuah rumah dijadikan tempat penggorengan timah ilegal di pemukiman Parit Padang Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Rabu malam (17/6/2026).

Hasil investigasi wartawan media ini terpantau sebuah rumah permanen dijadikan tempat penampungan timah ilegal. Tak pelak, belasan karung tumpukan timah basah siang goreng tertangkap tangan.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel