Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita PT Timah

Khitan Gratis PT Timah Bawa Kebahagiaan bagi Alwi dan 563 Anak Lainnya

×

Khitan Gratis PT Timah Bawa Kebahagiaan bagi Alwi dan 563 Anak Lainnya

Sebarkan artikel ini
Khitan Gratis PT Timah Bawa Kebahagiaan bagi Alwi dan 563 Anak Lainnya

Khitan Gratis PT Timah Bawa Kebahagiaan bagi Alwi dan 563 Anak Lainnya

SEKILASINDONEWS.COM – Senyum semringah terpancar dari wajah Alwi, siswa kelas VI SD Negeri 007 Sawang, Kabupaten Karimun, setelah menjalani khitan dalam program khitanan massal gratis yang digelar PT Timah (Persero) Tbk.

Sempat diliputi rasa gugup saat menunggu giliran, Alwi akhirnya bisa bernapas lega setelah proses khitan selesai. Ia pun mengaku senang karena dapat mengikuti khitan secara gratis sekaligus mendapat kesempatan beristirahat dari aktivitas sekolah hingga kondisinya pulih.

“Senang bisa ikut khitan di PT Timah. Apalagi saya diizinkan libur sekolah sampai sembuh. Terima kasih PT Timah sudah mengkhitan saya,” ujar Alwi.

Di balik senyumnya, tersimpan pula sebuah cita-cita besar. Alwi mengaku ingin menjadi seorang prajurit TNI. Khitanan massal yang diikutinya pun menjadi salah satu pengalaman yang menambah semangatnya untuk mengejar cita-cita tersebut.

“Ingin jadi TNI Pak,” kata Alwi singkat.

Kebahagiaan Alwi menjadi bagian dari cerita 564 anak yang mengikuti khitanan massal gratis dalam rangka Bulan Bakti memperingati HUT ke-50 PT Timah.

Mengusung tema “Timah untuk Rakyat”, kegiatan tersebut digelar di sejumlah wilayah operasional perusahaan, yakni Sungailiat dan Belinyu di Kabupaten Bangka, Koba di Kabupaten Bangka Tengah, Toboali di Kabupaten Bangka Selatan, Mentok di Kabupaten Bangka Barat, Kundur di Kepulauan Riau, serta Jakarta.

Bagi peserta dan keluarga, program tersebut bukan sekadar layanan kesehatan gratis. Khitanan massal juga menjadi bentuk kepedulian yang manfaatnya dirasakan langsung, terutama bagi keluarga yang harus mengatur kebutuhan rumah tangga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Salah satu orang tua yang merasakan manfaat program tersebut adalah Desi Alena Suharini (40), warga Kelurahan Tanjung, Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Desi harus membesarkan empat anak seorang diri setelah suaminya meninggal dunia sembilan tahun lalu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan penghasilan dari usaha laundry.

Kondisi tersebut membuat biaya khitan menjadi kebutuhan yang belum bisa diprioritaskan.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel