Sekilasindonews.com Jakarta – Indonesia baru saja kedatangan kapal induk pertamanya. Kapal yang dinamai KRI Sriwijaya-100 ini resmi menjadi bagian dari kekuatan TNI Angkatan Laut.
Hadirnya KRI Sriwijaya-100 menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia untuk terus memperkuat kemampuan pertahanan, khususnya di bidang pertahanan laut.
Namun, kehadiran KRI Sriwijaya-100 tak hanya sekadar untuk pertahanan. Dalam Rapat Kabinet Terbatas mengenai penanganan bencana pada Senin (7/9) lalu, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar KRI Sriwijaya-100 dimodifikasi sehingga mampu mendukung pengoperasian helikopter dan drone.
“Kemampuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan,” kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam pernyataannya, Senin (28/9).
Bagi negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas dan kondisi geografis yang beragam seperti Indonesia, Qodari menambahkan, kemampuan untuk bergerak cepat dan menjangkau berbagai wilayah merupakan kebutuhan strategis. Kekuatan pertahanan harus mampu menjawab karakter dan tantangan Indonesia sendiri.
Karena itu, penguatan KRI Sriwijaya-100 memiliki makna yang lebih besar dari sekadar modernisasi alutsista. “Ini adalah bagian dari upaya membangun Indonesia yang semakin kuat, mandiri, tangguh, dan siap melindungi rakyat dalam setiap keadaan,” ucap Qodari.














