Sekilasindo , Pangkalpinang – PT PLN (Persero) memperkuat pengelolaan sistem distribusi tenaga listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui peresmian Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bangka Belitung. Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G. Akmalaputri, di Pangkalpinang, Selasa (29/9).
Pembentukan UP2D Bangka Belitung merupakan bagian dari penguatan pengelolaan sistem distribusi di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik sistem kelistrikan tersebar. UP2D hadir sebagai pusat kendali operasi sistem distribusi wilayah Bangka Belitung, dengan fungsi pengaturan yang mendukung koordinasi, pengendalian, dan keandalan pasokan listrik.
Sebelum UP2D terbentuk, fungsi pengaturan sistem transmisi dan distribusi masih berada dalam satu fungsi. Seiring dengan penataan organisasi dan kebutuhan pengelolaan distribusi yang semakin berkembang, gagasan pembentukan UP2D dipersiapkan melalui proses yang panjang, termasuk penyiapan organisasi dan sumber daya manusia.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Ira Savitri, mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembentukan UP2D.
“Gagasan UP2D sudah melalui proses yang panjang. Talenta dipilih, kompetensi disiapkan, dan peran diperkuat agar tim yang terbentuk memiliki kesiapan untuk menjalankan fungsi pengaturan distribusi di Bangka Belitung,” ujar Ira.
Saat ini, UP2D Bangka Belitung mengelola 10 Gardu Induk, 13 Trafo Daya, 161 Penyulang, 47 Outgoing GH 20 kV, 20 Gardu Hubung, 240 Kubikel 20 kV, 190 Recloser, dan 459 LBS. Pengelolaan sistem tersebut didukung oleh teknologi SCADA untuk membantu pemantauan dan pengendalian jaringan distribusi.
Ira mengatakan cakupan pengelolaan tersebut menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan melalui koordinasi dan pengendalian sistem yang kuat.
“Bangka Belitung memiliki karakteristik sistem kelistrikan wilayah kepulauan yang membutuhkan koordinasi dan pengendalian yang kuat. UP2D hadir untuk memastikan sistem distribusi dapat dikelola secara terintegrasi, sehingga kondisi sistem dapat dipantau dan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” kata Ira.














