SEKILASINDONEWS.COM – DPRD Kota Pangkalpinang mempertanyakan belum ditetapkannya Sekretaris Daerah (Sekda) definitif meski pemerintahan Wali Kota Saparudin telah berjalan sekitar satu tahun. Posisi strategis tersebut beberapa kali berganti pejabat yang menjalankan tugas sementara.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pangkalpinang, Muhammad Iqbal, mengatakan kepastian pengisian jabatan Sekda diperlukan karena pejabat tersebut memiliki peran penting dalam mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam beberapa bulan terakhir, posisi Sekda Pangkalpinang diketahui diampu sejumlah pejabat, mulai dari Mie Go, Budiyanto hingga Syarli Nopriansyah.
“Pergantian boleh saja menjadi bagian dari dinamika birokrasi. Namun, jika jabatan sepenting Sekda terus berganti tanpa kepastian definitif, publik tentu layak bertanya, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan pemerintahan Kota Pangkalpinang?” kata Iqbal, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup dijelaskan hanya dengan alasan proses administrasi, mekanisme manajemen talenta maupun tahapan pengisian jabatan yang masih berjalan.
Iqbal menilai, ketidakpastian tersebut perlu menjadi perhatian karena pemerintah kota masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari infrastruktur, persampahan, drainase menjelang musim hujan, pelayanan publik hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
“Jika untuk mencari Sekda definitif saja membutuhkan waktu sedemikian panjang, publik tentu patut bertanya, bagaimana pemerintah memastikan pekerjaan rumah Pangkalpinang yang jauh lebih banyak dapat diselesaikan tepat waktu?” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan efektivitas kaderisasi dan pemetaan talenta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pangkalpinang, termasuk ketersediaan figur internal yang memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan tersebut.
Karena itu, Fraksi Gerindra meminta pemerintah kota menjelaskan perkembangan pengisian jabatan Sekda definitif, termasuk target waktu penyelesaiannya.
















