Ia menambahkan, sejak kembali membuka warung sekitar dua minggu setelah banjir, kedainya mulai ramai dikunjungi pelanggan. Kehadiran para relawan bahkan membuat warungnya sempat tidak pernah sepi pengunjung.
“Saya buka warung sudah dua minggu setelah banjir. Waktu ada relawan bersama TNI, Alhamdulillah bisa dapat bersih sekitar satu juta rupiah per hari,” katanya.
Di sisi lain, suasana sejumlah masjid di Aceh Tamiang mulai lebih lengang menjelang akhir Ramadan, seiring warga yang mulai fokus mempersiapkan kebutuhan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Ramainya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran, menjadi tanda bahwa Aceh Tamiang perlahan bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal setelah sempat dilanda bencana.
Herman Yakub.
















