Bahkan, salah seorang yang mengaku sebagai sopir truk bernama Putra ini juga sempat membuat provokasi ke sopir lainnya seolah menyudutkan awak media telah membuat risih dengan maraknya pemberitaan dugaan pengiriman pasir timah.
“Kami menolak, karena kami tidak membawa timah. Kami risih dengan pemberitaan tersebut,” kata putra salah satu sopir, Kamis (14/8).
Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya mengangkut minyak, sesuai perintah atasan.
“Intinya kami hanya sopir yang membawa minyak. Atasan juga bertanya, apakah kami membawa timah atau tidak. Risih sih kalau dituduh begitu,” pungkasnya.
Sementara itu, kericuhan mulai mereda setelah beberapa orang di lokasi menenangkan situasi, dan mendapatkan perlawanan argumen oleh para awak media kepada para sopir yang akhirnya mereka membubarkan diri.

















