Lebih lanjut, Muzani menilai bahwa Hari Santri bukan hanya peringatan simbolis, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai luhur dalam menghadapi tantangan global saat ini.
“Hari Santri adalah momentum untuk merenung, sekaligus menjadi energi kebangkitan bangsa Indonesia. Dengan menghormati para kiai, menjaga adab, dan melestarikan tradisi ilmu, kita memperkuat fondasi peradaban bangsa,” tegasnya.
Ia menutup pesannya dengan ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia agar menjadikan Hari Santri sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan kepada para ulama serta penguat semangat kebangsaan.
Bagindo Yakub.
















