“Kami ingin Direktur beserta pimpinan PT. Timah turun dan temui kami langsung, atau kami yang memaksa masuk ke dalam (kantor PT. Timah-red),” ujar salah satu peserta aksi massa yang enggan disebutkan namanya, Senin (06/10/25).
“Kami ingin kepastian bagaimana nasib kami kedepan, kami tersisih di tanah kelahiran kami sendiri,” timpal peserta aksi lainnya.
Saat ini, ribuan massa masih dari berbagai daerah masih berkumpul di seputaran kantor PT. Timah, dan diperkirakan jumlah massa akan semakin bertambah dari Kabupaten Bangka Selatan dan daerah lainnya. (red)
















