Kami berharap, dengan keterlibatan langsung Presiden dapat menjadi titik balik penyelesaian polemik tambang rakyat di Bangka Belitung, sekaligus menghadirkan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan ekonomi bagi masyarakat di daerah penghasil timah tersebut.
Ia juga menegaskan, Aliansi Dualima dan Batara akan terus mengawal persoalan ini hingga mendapat perhatian serius dari Presiden dan kementerian terkait.
“Saya akan berusaha agar persoalan Bangka Belitung disampaikan secara utuh kepada pemerintah pusat. Jangan sampai masalah ini terus berlarut. Masyarakat sudah lelah terus menuntut keadilan di daerah,” katanya.
Hosea menambahkan, dalam dua pekan ke depan pihaknya akan tetap menempuh jalur komunikasi dan dialog dengan pemerintah pusat tanpa melakukan aksi demonstrasi.
“Kami memilih jalur komunikasi. Dua minggu ke depan kami akan terus berupaya duduk bersama pemerintah pusat tanpa harus turun ke jalan,” ujarnya.
Keyakinan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo menjadi salah satu alasan utama mereka mendatangi Istana. Hosea berharap Presiden dapat menjadi penengah dan menghadirkan kebijakan yang adil serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.
“Kami yakin Presiden Prabowo mampu memberikan jalan tengah dan solusi yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung. Semua kondisi di lapangan akan kami sampaikan apa adanya,” pungkasnya. (*)














