Suwandi mengungkapkan, Pemkab Bangka Selatan memiliki enam unit mobil Damkar. Namun, berdasarkan data yang disampaikannya, hanya dua unit yang beroperasi, sedangkan empat unit lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
Rinciannya, satu unit berada di bengkel, satu unit mengalami kerusakan berat, satu unit rusak sedang, dan satu unit lainnya rusak ringan.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera ditindaklanjuti agar pelayanan penanggulangan kebakaran kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Ketersediaan armada yang siap digunakan sangat dibutuhkan untuk mendukung petugas ketika harus menangani kebakaran di berbagai wilayah Bangka Selatan.
Suwandi juga meminta pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan anggaran perbaikan dan pemeliharaan kendaraan Damkar. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kerusakan armada tidak terus berlarut dan kesiapan menghadapi keadaan darurat dapat ditingkatkan.
“Jangan sampai ketika kebakaran kembali melanda permukiman warga, petugas justru menghadapi kendala karena kendaraan yang dibutuhkan tidak dapat digunakan,” ujarnya.
“Intinya, kita harus siap ke depannya dengan belajar dari kejadian ini. Jadi diharapkan agar mobil Damkar tersebut segera diperbaiki dan dirawat, serta menganggarkan perbaikannya,” pungkasnya. (*)














