Pertamina juga mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk memperketat pengawasan di SPBU. Sementara itu, beberapa SPBU yang sedang dievaluasi sementara tidak menerima pasokan hingga memenuhi prosedur operasional.
Di sisi lain, Didit Srigusjaya mengaku menerima banyak laporan masyarakat yang kesulitan memperoleh BBM. Saat turun langsung ke lapangan, ia mendapati warga harus mengantre hingga dua jam untuk mendapatkan Pertalite.
“Saya berdialog langsung dengan masyarakat. Ada ibu-ibu dan bapak-bapak yang mengantre sampai dua jam hanya untuk mendapatkan BBM. Bahkan ada laporan harga BBM eceran sudah mencapai Rp20 ribu per liter,” kata Didit.
Menurutnya, kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat, pelaku UMKM, hingga pengemudi ojek online. DPRD pun meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM kembali normal.
“Kami minta masalah ini segera diselesaikan. Yang terpenting sekarang adalah menormalkan kembali distribusi BBM agar masyarakat tidak terus dirugikan,” tegas Didit.(Red)














