“Secara nasional, operasi ini melibatkan sebanyak 161.243 personel yang disiagakan di seluruh Indonesia,” kata Agus Arif.
Selain itu, lanjut Agus, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan serta 343 Pos Terpadu.
Ribuan pos tersebut akan mengamankan sedikitnya 185.607 objek vital, mulai dari masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan hingga sarana transportasi.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Bangka Selatan, Polres Bangka Selatan menyiapkan sejumlah pos pengamanan untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Agus menyebut, Polres Bangka Selatan akan mendirikan dua Pos Pengamanan yang berlokasi di Air Bara dan Payung, serta satu Pos Pelayanan di Toboali.
Selain itu, Pos Terpadu juga disiapkan di Pelabuhan Sadai yang menjadi salah satu titik penting mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran.
“Pos-pos ini akan menjadi pusat pelayanan dan pengamanan bagi masyarakat, khususnya selama periode mudik dan arus balik Lebaran,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa Lebaran.
Menurutnya, kerja sama antara aparat keamanan, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya di pusat-pusat keramaian, tempat ibadah, terminal hingga pelabuhan.
“Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026, diharapkan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri di wilayah Bangka Selatan dapat berjalan lancar, sekaligus mampu menekan potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas,” tutupnya. (*)
















