Audiensi dengan BPK Babel, Wabup Debby Dorong Penguatan Cagar Budaya dan WBTB
SEKILASINDONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat langkah penyelamatan warisan budaya daerah. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, saat menerima audiensi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Kerja Wakil Bupati, Rabu (10/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, penguatan pelestarian Cagar Budaya dan inventarisasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan berbagai aset budaya yang dimiliki Bangka Selatan tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menjalankan program pelindungan, pengembangan, serta pemanfaatan kebudayaan sebagai identitas daerah dan aset pembangunan berkelanjutan.
Wabup Debby didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan beserta Kepala Bidang Kebudayaan. Sementara rombongan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipimpin langsung Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Bangka Belitung, Ni Ketut Wardani Pradnya Dewi, S.S., M.A., bersama jajaran.
Selain membahas Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda, pertemuan juga membahas sejumlah agenda strategis lainnya, mulai dari penguatan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), pengembangan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), hingga sinkronisasi pelaksanaan program pelestarian budaya antara pemerintah pusat dan daerah.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, mengatakan kebudayaan merupakan identitas sekaligus kekayaan daerah yang harus dijaga secara bersama-sama.
Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, melainkan bagian penting dalam membangun karakter masyarakat dan memperkuat jati diri daerah di tengah arus perubahan yang semakin cepat.
“Hari ini Bunda menerima audiensi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam upaya pelestarian, perlindungan, serta pengembangan kebudayaan yang menjadi identitas dan kekayaan daerah,” kata Debby.
















