Perjalanannya bergabung dalam Paskibraka tak mulus. Pada akhir November 2025 lalu, bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Sumatra Barat, termasuk Kabupaten Agam.
Akibatnya, sekolah Fatih hancur. Ia tak bisa berlatih baris-berbaris di sekolah. Namun Fatih tak patah arang. Ia berlatih secara mandiri di rumah hingga akhirnya bisa lolos menjadi anggota Paskibraka. “Saya berlatih mandiri di rumah,” tuturnya.
Bergabung dalam Paskibraka menjadi sebuah pengalaman sangat berharga bagi Fatih. Semangat nasionalismenya semakin kuat. Ia pun bertekad untuk turut mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Tantangan bagi anak muda sekarang adalah banyaknya pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Dan kita harus meningkatkan niat belajar kita. Bagi anak sekolah, usaha untuk belajar, untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045,” tutupnya.
Herman Yakub.
















