Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Bangka Barat Revitalisasi Kota Lama Mentok Jadi Klaster Eropa, Menuju Kota Pusaka Modern

×

Bangka Barat Revitalisasi Kota Lama Mentok Jadi Klaster Eropa, Menuju Kota Pusaka Modern

Sebarkan artikel ini
Bangka Barat Revitalisasi Kota Lama Mentok Jadi Klaster Eropa, Menuju Kota Pusaka Modern

Dari hasil pendataan, ditemukan berbagai naskah beraksara Arab Melayu (Jawi), catatan hukum kampung, hingga dokumen di atas kertas Eropa abad ke-19.

“Temuan ini membuktikan bahwa Mentok pernah menulis dirinya sendiri, jauh sebelum menjadi kota tambang modern,” kata Fahrouk.

Ia juga menilai keberhasilan Festival Literasi Bangka Barat tahun ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pegiat literasi.

“Kalau publik tidak terlibat, kota tidak punya literasi,” ujarnya.

Arah pembangunan Mentok saat ini dinilai berbeda dari pola pembangunan di Bangka Belitung selama puluhan tahun yang menjadikan timah sebagai poros ekonomi.

Mentok kini memilih jalur baru: menambang memori. Arsip dianggap sebagai sumber daya masa depan yang dapat dikembangkan menjadi pusat riset, wisata sejarah, industri pengetahuan, hingga diplomasi kebudayaan.

“Arsip adalah bahan baku yang tidak akan pernah habis,” tegas Fahrouk.

Karena itu, pembangunan Klaster Eropa di Kota Lama Mentok bukan hanya proyek pemolesan kawasan heritage, tetapi juga tindakan politik kebudayaan untuk merebut kembali kendali narasi sejarah Mentok.

Jika proyek ini berhasil, Mentok tak sekadar menjadi “kota pusaka” dalam plakat penghargaan, tetapi kota yang memiliki sertifikat narasi sejarah melalui arsip-arsip primernya.

“Mentok kini sedang bergerak ke arah itu. Bukan sekadar nostalgia atau meniru gaya kolonial, tapi usaha memulangkan memori sejarah ke rumahnya sendiri, menjadikan arsip sebagai fondasi masa depan,” pungkas Fahrouk. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel