“Kami tidak minta banyak. Yang penting ada perhatian dan solusi jangka panjang dari pemerintah agar kampung ini tidak banjir terus,” kata seorang warga.
Menanggapi hal itu, Fadilah menegaskan dirinya akan terus membantu semampunya, seraya berharap pemerintah memberikan penanganan lebih serius untuk kawasan pesisir tersebut.
Kampung Tanjung merupakan wilayah pesisir yang rentan banjir saat musim hujan maupun saat pasang tinggi. Pemukiman padat, drainase tersumbat, serta penurunan kualitas kawasan pesisir membuat banjir semakin mudah terjadi. Warga menilai banjir tahun ini termasuk yang paling cepat meninggi.
“Baru hujan sebentar, air langsung naik. Sekarang makin sering,” ujar Beni, Ketua RT setempat.
Hingga sore hari, sebagian genangan belum surut sepenuhnya. Banyak warga memuji tindakan Fadilah sebagai bentuk kepedulian tulus, tanpa atribut lembaga, tanpa tim dokumentasi, tanpa publikasi.
Bantuan yang diberikan benar-benar disalurkan langsung dari tangan ke tangan, memastikan setiap keluarga yang membutuhkan mendapatkannya.
“Beliau datang diam-diam, tapi bantuannya nyata. Orang seperti inilah yang kami butuhkan, tidak banyak bicara, tapi benar-benar peduli,” ujar Sari, warga lansia penerima bantuan.
Hingga kini, sejumlah warga pesisir Kampung Tanjung Mentok masih menunggu bantuan lanjutan dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan. Mereka berharap ada respons yang lebih cepat dan solusi jangka panjang untuk banjir yang hampir tiap tahun melanda kawasan pesisir tersebut.
“Kami bersyukur ada yang peduli dan datang duluan. Tapi tetap saja, masalah banjir ini butuh penyelesaian jangka panjang,” kata Darwis. (Belva)
















