Di lapangan, anggota Sat Polairud dan personel Polres Bangka Barat lainnya terlihat menyusuri gang-gang yang masih tergenang untuk membagikan nasi bungkus kepada warga terdampak.
Kehadiran aparat kepolisian tersebut disambut antusias warga yang sejak pagi belum memperoleh bantuan pangan. Salah seorang warga, Siti, mengaku bantuan tersebut merupakan yang pertama mereka terima sejak banjir rob menggenangi rumah.
“Terima kasih kepada Polres. Dapur kami tenggelam sejak pagi, jadi tidak bisa memasak apa pun,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah rumah terendam air bercampur lumpur. Perabotan basah, sementara akses jalan sempit di kawasan pesisir sulit dilalui karena digenangi air.
Kejadian banjir rob ini bukan fenomena baru bagi warga Kampung Tanjung, Mentok. Namun tahun ini, air disebut naik lebih cepat dan surut lebih lama dari biasanya. Warga berharap adanya langkah penanganan jangka panjang yang dapat mengurangi risiko banjir tahunan.
“Kami tidak minta banyak. Yang penting ada perhatian dan solusi jangka panjang dari pemerintah agar kampung kami ini tidak banjir terus,” pungkas warga setempat. (Belva)
















