“Kami berharap kegiatan ini terus memperkuat komitmen semua pihak untuk mengatasi masalah fertilitas remaja dan kematian maternal di Bangka Selatan,” ujar Herman.
Sementara itu, Kasubag TU BPS Bangka Selatan, Imam Hidayat, yang hadir mewakili Kepala BPS Bangka Selatan, mengungkapkan bahwa FGD ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Survei Antar Sensus (SUPAS) tahun 2025.
“SUPAS bertujuan untuk menghasilkan data yang akurat sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan daerah,” jelas Imam.
Menurut Imam, keberhasilan SUPAS bergantung pada persiapan yang matang, termasuk melalui kegiatan seperti FGD ini. Dia berharap data yang diperoleh dapat menjadi acuan penting untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Bangka Selatan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk perumusan kebijakan pembangunan di Bangka Selatan,” pungkasnya.
Selain itu, pelaksanaan FGD ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, tetapi juga bertujuan menciptakan sinergi antar-stakeholder dalam menangani isu fertilitas remaja dan kematian maternal. Kolaborasi tersebut dianggap penting untuk memastikan efektivitas program yang telah dirancang.
Dengan terlaksananya FGD ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap semua pihak dapat memperkuat perannya dalam mendukung program-program yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan demografi masyarakat, khususnya di wilayah Bangka Selatan.
















