Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita

Belanja Negara Tembus Rp2.660,5 Triliun per September, Pemerintah Pastikan APBN Tetap Sehat

×

Belanja Negara Tembus Rp2.660,5 Triliun per September, Pemerintah Pastikan APBN Tetap Sehat

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonews.com Jakarta – Realisasi belanja negara hingga September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Angka tersebut tumbuh 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pemerintah menilai percepatan belanja negara tetap berada dalam kondisi sehat dan sesuai dengan desain APBN yang sejak awal direncanakan mengalami defisit.

“Belanja negara meningkat 19 persen, telah keluar Rp2.660,5 triliun, sekitar 69 persen dari target APBN. Tiga perempat tahun telah direalisasikan 69,2 persen,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kita edisi Oktober 2026 di Jakarta, Jumat (9/10).

Hingga September 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target APBN, tumbuh 25,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dengan belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun, negara mengalami defisit APBN sebesar 1,2 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Suahasil menegaskan bahwa defisit APBN bukan sekadar kondisi ketika belanja negara lebih besar daripada pendapatan, melainkan bagian dari perencanaan anggaran yang sejak awal memang dirancang mengalami defisit.

Ia juga menilai percepatan realisasi belanja negara hingga September 2026 masih sesuai dengan perencanaan APBN.

“Ini sehat. On track karena biasanya memang kalau tahun lalu, per 30 September baru belanja 61,7 persen. Tahun ini kita sudah belanja 69,2 persen, kita ada percepatan belanja,” kata Suahasil.

Menurut Suahasil, percepatan belanja tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah agar realisasi belanja negara tidak terlalu terkonsentrasi pada akhir tahun. Dengan realisasi yang lebih merata, manfaat belanja pemerintah diharapkan dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.

“Ada percepatan belanja. Dan ini sehat karena kita memang tidak menginginkan belanja negara itu terlalu terkumpul di bulan Desember. Kalau bisa dia lebih smooth,” ujarnya.

“Kenapa? Karena kita ingin belanja saat ini supaya manfaat bagi masyarakat itu benar-benar maksimal dari hari ke hari,” imbuh Suahasil.

Menkeu menjelaskan bahwa defisit APBN per September 2026 mencapai Rp319 triliun atau 1,24 persen dari PDB. Angka tersebut turut dipengaruhi oleh realisasi belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp2.061,3 triliun atau 65,4 persen dari pagu. Realisasi belanja pemerintah pusat tersebut tumbuh 29,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Serapan belanja terbesar berasal dari belanja kementerian/lembaga (K/L), yang mencapai Rp1.069,4 triliun atau 70,8 persen dari pagu.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel