Tak hanya menyasar sektor pertanian, pemerintah juga akan membentuk koperasi nelayan yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Prabowo mengatakan untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, koperasi nelayan akan memiliki gudang pendingin dan pabrik es sehingga hasil tangkapan dapat bertahan lebih lama.
“Kita juga akan buka desa-desa dan koperasi-koperasi nelayan untuk pertama kali dalam sejarah. Nelayan-nelayan kita urus, mereka juga akan punya gudang pendingin supaya ikan mereka bertahan. Untuk pertama kali, mereka akan punya pabrik es supaya mereka melaut bawa es,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah akan menyediakan kapal-kapal berukuran besar yang akan dimiliki dan dikelola langsung oleh koperasi nelayan. Namun, bantuan tersebut bukan diberikan secara cuma-cuma, melainkan melalui skema pembiayaan yang dikembalikan secara bertahap dari hasil usaha para nelayan.
“Kita akan bagi kapal-kapal besar untuk tiap desa nelayan yang akan dikerjakan, yang akan dimiliki dan dikerjakan oleh koperasi-koperasi nelayan itu sendiri. Dan mereka bukan terima hadiah, mereka cicil kembali dari hasil tangkapan ikan mereka. Jadi uang di desa nelayan, uang di desa-desa ini, koperasi adalah uang pinjaman yang akan dibayar kembali,” kata Prabowo.
Herman Yakub.
















