Sekilasindonews.com NGAWI – Menarik becak telah menjadi aktivitas sehari-hari bagi Parno (68) sejak 1987. Sejak saat itu, becak kayuh (ontel) menjadi sarana andalannya untuk mencari nafkah.
Baginya, mengayuh becak ontel memang terasa ringan ketika usianya masih muda. Namun, pekerjaan tersebut kini terasa semakin berat seiring bertambahnya usia.
Parno mengatakan, mengayuh becak ontel terasa sangat melelahkan terutama ketika harus melalui jalan menanjak atau saat hujan turun. Dalam kondisi tersebut, ia kerap terengah-engah ketika mendorong becak dan harus bekerja dalam keadaan basah.
Tak hanya itu, Parno juga kerap menghadapi kendala teknis saat mengoperasikan becak kayuh, seperti ban kempis atau rantai yang putus.
“Susah mengayuh becak ontel, terutama ketika jalannya menanjak dan menurun karena saya memiliki penumpang untuk diangkut,” ujar Parno ketika ditemui, Kamis (12/3).
Kini, ia tak perlu lagi menghadapi kendala-kendala tersebut setelah menerima becak listrik gratis. Menurutnya, becak listrik jauh lebih nyaman dan mudah dioperasikan, sehingga dapat menghemat tenaga saat mencari nafkah.
“Becak listrik ini beda banyak dibanding becak ontel. Tinggal gas, sehingga tidak perlu capek, tidak terengah-engah, dan tidak mandi keringat,” imbuhnya.














