Kini, jembatan itu menjadi akses vital yang memperlancar mobilitas masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi hingga pendidikan.
Bagi para pelajar, kehadiran jembatan tersebut bukan hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga menghadirkan rasa aman saat berangkat dan pulang sekolah. Siswi SMP tersebut mengaku kondisi jembatan cukup nyaman untuk dilalui.
“Jembatannya kalau dipakai bergantian-bergantian nggak terlalu goyang. Kalau dipakai rame-rame baru terasa goyangnya,” katanya.
Tak hanya bicara soal kenyamanan, siswi itu juga menitipkan pesan terima kasih kepada para prajurit TNI dan pemerintah yang telah mewujudkan pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan masyarakat.
“Untuk Bapak TNI, terima kasih sudah membuat jembatannya. Untuk Bapak Presiden, terima kasih sudah membantu kami untuk membuat jembatan agar bisa melintas dengan mudah,” tuturnya.
Selain menjadi penghubung utama bagi warga dua desa, Jembatan Gantung Perintis Garuda kini juga mulai berkembang sebagai destinasi wisata baru di Aceh Tamiang. Bentangan jembatan yang panjang dengan latar Sungai Tamiang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan pengunjung.
Herman Yakub.
















