7. CV Torabika Manise – 5 unit SILO dan SPK PIP
8. CV Angsana Permai – 5 unit SILO dan SPK PIP
9. CV Saudara Abadi – 5 unit SILO dan SPK PIP
Namun, dari ke 9 CV mitra PT Timah itu ada beberapa CV yang telah melanggar aturan dengan mengoperasikan lebih banyak unit dari yang seharusnya diizinkan oleh PT Timah. Diduga, sebagian besar unit tambahan ini adalah ponton-ponton ilegal yang tidak memiliki izin sah.
Yang lebih memprihatinkan, aktivitas ilegal ini tampaknya dikendalikan oleh oknum-oknum tertentu, termasuk dua supir speedboat berinisial AK dan AB. Kedua orang ini diduga menjadi koordinator lapangan yang bertanggung jawab mencari ponton ilegal yang bisa beroperasi dengan SPK dan SILO palsu. Mereka berdalih untuk menambah produksi.
“Banyak ponton ilegal yang beroperasi menggunakan SPK palsu. Mereka memanfaatkan fotokopian dokumen yang terlihat sah, padahal semuanya jelas ilegal,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya pada Minggu (2/3/2025).
Lebih lanjut, sumber tersebut menjelaskan bahwa AK dan AB berperan penting dalam mencari ponton ilegal dan mengatur mereka untuk beroperasi dengan dokumen palsu. Mereka juga yang memberi SILO dan SPK palsu kepada para penambang
Selain itu, mereka turut mengatur hasil produksi penambang agar tidak disetor 100 persen ke pos penimbangan CV mitra PT Timah.
“AK dan AB bertanggung jawab mengatur ponton-ponton ilegal agar bisa beroperasi dengan SPK fotokopian. Bahkan mereka yang mengatur agar hasil tambang tidak disetor sepenuhnya ke pos penimbangan CV mitra PT Timah. Mereka juga meminta fee dari para penambang dan pihak CV,” ujar sumber tersebut.
Tidak hanya merugikan PT Timah sebagai pemegang WIUP, aktivitas ilegal ini juga memberi dampak buruk pada lingkungan dan ekonomi negara. Bijih timah yang dihasilkan seringkali dijual ke kolektor ilegal, bukannya ke CV mitra PT Timah.
“Hasil tambang yang diperoleh dari ponton ilegal ini biasanya dijual ke kolektor timah ilegal. Mereka hanya menyerahkan sekitar 5 kg ke CV, padahal total produksi per unit ponton bisa mencapai 20-40 kg,” jelas sumber tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berusaha mengonfirmasi ke pihak-pihak terkait untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai isu ini.
















