Kasus dugaan perundungan atau bullying yang menimpa ZH, siswa kelas V SDN 22 Toboali, Bangka Selatan, mencuat setelah keluarga korban melalui pamannya, Doni, melapor ke Polres Basel pada Senin (28/7/2025).
Kasi Humas Polres Basel, Iptu Guntur Jaya (GJ) Budi, mengatakan pihak Unit PPA Satreskrim Polres Basel telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait kasus ini.
“Kita sudah memanggil sejumlah pihak terkait, seperti Kepsek, guru kelas, dan para terduga pelaku guna dimintai keterangan,” ungkapnya kepada wartawan.
Ia menegaskan, penyelidikan hingga saat ini masih berlangsung dan hasilnya nanti akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai.
“Kita akan sampaikan nanti hasil dari proses ini. Intinya kita tetap profesional dan menunggu dari para penyidik,” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah unggahan akun Facebook bernama Dhony Dinata, paman korban, viral. Dalam unggahannya, ia menyebut keponakannya meninggal dunia setelah mengalami perundungan.
Sebelum meninggal, korban ZH sempat dirawat dan menjalani operasi pembekakan usus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh Bangka Selatan selama tiga hari. (*)
















