Selain itu, Bimantoro juga menyoroti pentingnya penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian dalam menjaga keamanan di tingkat desa.
“Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis dalam pembinaan keamanan di tingkat desa, sehingga potensi percikan konflik kecil dapat dicegah sejak awal sebelum berkembang dan mengganggu stabilitas keamanan,” jelasnya.
Namun demikian, ia menilai perlu adanya penguatan kapasitas melalui pelatihan yang lebih terstruktur bagi para Bhabinkamtibmas. Hal ini mengingat para personel yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas berasal dari berbagai latar belakang satuan fungsi di kepolisian, seperti Lalu Lintas, Intelijen, Narkoba, hingga Reserse.
“Karena latar belakang mereka berbeda-beda, saya mendorong adanya sentralisasi pelatihan bagi Bhabinkamtibmas. Pelatihan ini penting agar mereka memiliki pemahaman yang sama tentang bagaimana melakukan pembinaan masyarakat, pendekatan sosial, serta penanganan permasalahan di tingkat desa,” kata Bimantoro.
Ia menambahkan bahwa Bhabinkamtibmas sering menjadi tempat pertama bagi masyarakat untuk berkonsultasi terkait berbagai persoalan hukum maupun konflik sosial di lingkungan mereka. Karena itu, menurutnya pembekalan yang memadai sangat penting untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara humanis.
“Dengan pelatihan yang tepat, Bhabinkamtibmas diharapkan benar-benar mampu menjalankan fungsi pembinaan dan pemeliharaan keamanan masyarakat dari tingkat desa secara efektif,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















