SEKILASINDONEWS.COM – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan memberikan peringatan keras kepada para pengedar dan bandar sabu yang masih bebas beroperasi di wilayah Sukadamai, Toboali dan sekitarnya.
Kepala BNNK Basel, Hendra Amoer, menegaskan bahwa pihaknya telah lama memantau pergerakan jaringan narkoba tersebut dan hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penindakan.
“Kami sudah monitor semua pergerakan pengedar maupun bandar sabu di Toboali dan sekitarnya, termasuk yang di Sukadamai. Tinggal tunggu waktunya saja. Pasti ada hari naasnya mereka,” tegas Hendra Amoer saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/11/2025).
Peringatan ini disampaikannya pasca penggerebekan di Kampung Sukadamai, Toboali, yang dilakukan oleh tim gabungan BNNP Babel pada awal November 2025 lalu.
Dalam operasi yang dipimpin langsung Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Eko Kristianto, aparat hanya berhasil mengamankan 11 orang beserta barang bukti sabu seberat 19,03 gram.
Namun, Hendra mengakui bahwa pelaku yang ditangkap saat itu masih berada pada level pengedar kecil. Sementara target utama, yakni bandar sabu yang mengendalikan jaringan tersebut, belum berhasil diringkus.
“Penggerebekan kemarin itu baru langkah pembuka. Kami sudah prediksi hasilnya karena waktunya belum tepat. Biasanya sekitar jam 7 pagi mereka sudah menyiapkan meja untuk buka lapak. Dan yang tertangkap itu baru sebagian kecil,” ungkapnya.
Ia menggambarkan kondisi di Sukadamai sudah sangat mengkhawatirkan, karena peredaran narkoba jenis sabu berlangsung secara terang-terangan, hingga masyarakat menyebut kawasan itu sebagai “Texas-nya Toboali”.
“Peredarannya seperti jual kacang goreng. Itulah kenapa kami harus turun. Kami ingin menunjukkan bahwa BNN hadir dan tidak tinggal diam,” ujarnya tegas.
Meski begitu, Hendra memastikan bahwa identitas bandar besar sudah berada dalam pantauan pihaknya.
















