Pemerintah juga terus memastikan fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para penyintas, meski jumlah pengungsi kini telah menurun.
Data BNPB per 15 September 2026 menunjukkan jumlah pengungsi akibat gempa NTT mencapai 46.461 jiwa, turun signifikan dari sebelumnya yang sempat menembus lebih dari 150.000 jiwa.
“Kami juga ingin memastikan pelayanan dasar dan kesehatan bagi para penyintas tetap terlaksana optimal,” jelas Berton.
Ia menjelaskan bahwa informasi mengenai jumlah korban meninggal dunia di pengungsian sempat menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi yang tepercaya dan terverifikasi.
“Kami mohon maaf apabila dinamika informasi sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran dan spekulasi tertentu di masyarakat. Mari kita bersama memperkuat dukungan dan doa demi percepatan pemulihan saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur,” tutup Berton.
Herman Yakub.
















