Menurut Aam, identifikasi tingkat kerusakan rumah dan bangunan tersebut penting dilakukan sejak awal agar pemerintah dapat mempersiapkan tahapan selanjutnya secara lebih efektif, khususnya dalam mempercepat proses transisi dan pemulihan menuju tahap rekonstruksi.
“Ini sangat penting supaya proses early recovery nantinya bisa kita lakukan, kita percepat, dan kita akselerasi,” katanya.
Sementara itu, pada hari kedua pascagempa, BNPB atas arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) telah membuka Posko Pendamping Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis Lapangan di Maumere. Media Center untuk menyampaikan perkembangan penanganan bencana juga telah disiapkan di Kantor Bupati Manggarai Barat.
“Kita harapkan ini bisa menjadi Posko Nasional selama fase tanggap darurat berlangsung untuk benar-benar bisa mendampingi pemerintah daerah supaya fase tanggap darurat ini bisa kita efektifkan dan optimalkan,” terang Aam.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Posko Penerimaan Logistik Utama berada di Bandara Labuan Bajo, sedangkan Posko Logistik Pendukung berada di Maumere.
Dengan demikian, masyarakat, organisasi, maupun berbagai entitas lainnya yang ingin memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT dapat menyalurkannya melalui tiga posko logistik tersebut.
Herman Yakub.
















