Menjelang waktu berbuka, lantunan doa dipanjatkan bersama. Suasana hening sejenak. Beberapa anak terlihat khusyuk menengadahkan tangan. Bagi Riza, momen itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya soal program dan anggaran, tetapi juga tentang kepedulian dan kehadiran.
Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar roda pemerintahan berjalan tepat sasaran, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Dalam kondisi apa pun, ikhtiar dan doa adalah kekuatan utama. Kami berharap seluruh kebijakan yang dijalankan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Bangka Selatan,” katanya.
Tak hanya itu, Riza juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial selama Ramadan, termasuk memperbanyak ibadah dan menunaikan zakat fitrah.
“Ramadan mengajarkan kita arti berbagi dan memperkuat silaturahmi. Mari kita jaga semangat ini, terutama untuk anak-anak yatim dan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tutupnya. (*)
















