Berdasarkan manifes, muatan terdiri dari satu truk barang retur, lima truk minyak, dua truk sagu, satu truk Indomaret, dua truk kosong, dan satu truk paket.
Namun dari belasan armada itu, justru dua truk sagu inilah yang menjadi sorotan. Kuat dugaan, label “sagu” hanya digunakan sebagai kedok untuk mengelabui muatan sebenarnya, yakni diduga pasir timah ilegal.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kedua truk ini bahkan sudah mendapat pengawalan sejak keluar pelabuhan. Sebuah hatchback hitam jenis Honda Jazz terlihat siaga di depan toko retail modern di Desa Sadai sebelum kemudian mengikuti iring-iringan di belakang truk-truk tersebut saat melewati Jalan Raya Dusun Parit 7.
Tak berhenti di situ, saat konvoi bergerak ke arah Pangkalpinang, muncul lagi pengawalan tambahan: dua minibus silver dan satu minibus putih yang diduga ikut memastikan perjalanan kedua truk tersebut mulus tanpa gangguan.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mengetahui secara pasti siapa yang berada di balik pengawalan misterius dua truk ini maupun tujuan akhir muatan yang diduga pasir timah tersebut. (*)
















