Kalau melihat satu sampah plastik, ambil dan buang pada tempatnya.
“Jangan dibiarkan begitu saja dengan anggapan hanya satu sampah dan nanti lingkungan akan bersih sendiri,” pesannya.
Theresa Jovinka Iquinefa, siswi kelas 8B SMP Mardi Yuana Kota Cilegon, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengenali dan memilah berbagai jenis sampah.
Menurut Theresa, pemilahan sampah seperti plastik, kardus, label, dan tutup botol menjadi bagian penting dalam proses pengumpulan.
Sampah yang dipisahkan sesuai jenisnya dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Selain belajar memilah sampah, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk bekerja sama dengan teman sekelas.
Mereka bergotong royong mengumpulkan dan memisahkan sampah sehingga tercipta interaksi sosial yang lebih baik.
Kami jadi belajar memilah sampah, mengenal berbagai jenis sampah, dan bekerja sama dengan anggota kelas.
Kalau dipisahkan dengan benar, nilai jualnya juga bisa lebih tinggi,” ungkap Theresa.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena dapat membantu mengurangi sampah di lingkungan sekolah sekaligus memberikan keuntungan bagi siswa.
Uang yang diperoleh dari hasil penjualan sampah biasanya dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, seperti makan bersama atau membeli perlengkapan kelas.
Uangnya bisa digunakan untuk makan bersama atau membeli perlengkapan kelas.
“Jadi, hasilnya bisa dinikmati bersama oleh teman-teman sekelas,” tuturnya.
Herman Yakub.














