
“Ini sangat luar biasa. Kolaborasi seperti inilah yang menjadi kekuatan kita dalam membangun pariwisata dan ekonomi kreatif Bangka Selatan. Berbagai kegiatan yang dihadirkan juga menunjukkan bahwa budaya dan kreativitas lokal dapat dikemas menjadi sesuatu yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Riza.
Menurutnya, event seperti Kemilau Pesona tidak seharusnya berhenti pada kemeriahan acara. Perputaran ekonomi yang tercipta harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Riza berharap efektivitas pelaksanaan kegiatan tersebut dapat memberikan multiplier effect atau dampak ganda bagi perekonomian daerah.
“Capaian omzet UMKM sebesar Rp1,3 miliar ini sekaligus memperlihatkan bahwa rangkaian Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pemasaran, memperkenalkan produk unggulan daerah, sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pengunjung,” tuturnya.
Tak hanya UMKM, menurut Riza, geliat ekonomi juga berpeluang dirasakan sektor usaha lainnya yang ikut menopang aktivitas wisatawan selama event berlangsung.
Mulai dari penginapan, homestay hingga hotel turut mendapatkan peluang dari meningkatnya kunjungan masyarakat selama rangkaian Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026.
Riza pun mengajak agar momentum event tidak berhenti ketika panggung hiburan berakhir.
“Dampak dari event ini, ketika wisatawan datang ke Bangka Selatan, mereka tidak hanya datang untuk melihat event, tetapi juga menikmati destinasi wisata kita, mencicipi kuliner lokal, membeli produk UMKM, menggunakan jasa masyarakat lokal, dan tentunya menginap di hotel maupun akomodasi yang ada di Bangka Selatan,” pungkasnya. (*)














