Alat ini didesain khusus sebagai penghalang mekanis yang efektif menghambat hewan memanjat struktur tower monopole. Menariknya, pemasangan PANTOM ini juga dipastikan tidak akan merusak habitat di sekitar menara.
“Sebelum PANTOM, PLN sebenarnya sudah mencoba berbagai cara untuk mencegah gangguan satwa, mulai dari memasang jaring, ijuk, hingga topskor. Namun, metode-metode tersebut dinilai kurang efektif karena hewan-hewan tersebut masih bisa melewati atau bahkan merusak penghalang yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PLN ULTG Belitung, Teddy Mardona, optimis bahwa PANTOM akan menjadi solusi yang lebih jitu dan berkelanjutan.
“Inovasi ini terbukti mampu menjawab tantangan di jalur transmisi monopole Dukong Manggar yang memang rawan sekali terjadi gangguan akibat satwa liar,” ujarnya.
Dengan inovasi PANTOM ini, PLN ULTG Belitung menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sistem transmisi listrik. Upaya ini dilakukan melalui kombinasi pemanfaatan teknologi inovatif, penerapan kebijakan teknis yang adaptif, serta tetap mengedepankan perhatian terhadap kelestarian lingkungan di Pulau Belitung.
“Kami sangat yakin, dengan PANTOM ini, keandalan sistem kelistrikan di Belitung akan semakin meningkat,” tegasnya.



















