“Kami ingin mengingatkan bahwa masa muda adalah waktu untuk belajar dan berprestasi. Jangan sia-siakan dengan hal yang bisa merusak masa depan,” tambahnya.
Kegiatan edukasi bahaya geng motor di kalangan anak sekolah tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, Kasat Lantas Polres Bangka Selatan, Iptu Widi Tupilia selaku narasumber, serta Kepala Sekolah SMP PGRI Toboali, Yun Henny, dewan guru, dan ratusan siswa.
Dalam kesempatan itu, Iptu Widi Tupilia menjelaskan secara rinci mengenai bahaya geng motor serta konsekuensi hukum yang mengintai jika pelajar terlibat dalam aktivitas tersebut. Ia juga mengajak siswa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
“Keterlibatan pelajar dalam geng motor bisa berujung pada sanksi hukum. Jadilah pelajar yang disiplin dan patuh aturan, bukan yang melanggar,” tegas Widi.
Sementara itu, Anshori memberikan apresiasi terhadap langkah DWP Bangka Selatan yang aktif turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi sosial. Menurutnya, program seperti ini sangat relevan untuk memperkuat karakter pelajar di era digital saat ini.
“Upaya DWP ini sejalan dengan misi kami di Dinas Pendidikan, yakni membentuk pelajar berakhlak dan berkarakter. Sinergi lintas lembaga seperti ini harus terus diperkuat,” ujarnya. (*)
















