Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala UPTD PPPA Giri Pamungkas dan Kabid PPPA Dian Novikasari itu berlangsung dalam tiga sesi, yang dihadiri oleh pengurus OSIS dan perwakilan siswa kelas VII dan VIII.
“Kami ingin memastikan siswa-siswi kami paham tantangan di era digital dan bahaya bullying yang bisa mempengaruhi kesehatan mental mereka,” kata Sumindar.
Kepala SMP Negeri 1 Toboali juga memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak, terutama di tengah tantangan digital yang semakin berkembang.
“Alhamdulillah Kepala SMP Negeri 1 Toboali menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin, sebagai upaya menjadikan sekolah ramah anak dan memperkuat posisi Bangka Selatan sebagai Kabupaten Layak Anak,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, masalah utama anak-anak di Bangka Selatan meliputi paparan informasi digital tanpa filter, pergaulan bebas tanpa pengawasan, disharmoni keluarga, hingga kemiskinan.
Sumindar menegaskan bahwa untuk mengatasi masalah ini, seluruh lapisan masyarakat perlu lebih peduli terhadap masa depan anak-anak.
“Kami perlu lebih peduli untuk masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Ia menambahkan, program BERSINAR ini direncanakan berlangsung hingga Desember 2025, dengan target menjangkau minimal 60% sekolah tingkat SD dan SMP di Bangka Selatan.
Selain itu, DSPPPA juga berencana untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memperkuat koordinasi antar instansi dalam menjalankan program ini.
“Harapan kami, semua sekolah di Kabupaten Bangka Selatan bisa bebas dari perundungan, menjadi lingkungan ramah anak, dan menghasilkan generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi dengan bijak,” tutup Sumindar. (*)
















