“Di usia Kabupaten Bangka Selatan yang ke-23 ini, kita ingin pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga tercermin dari akhlak dan keimanan masyarakatnya. Semoga melalui Tabligh Akbar ini, kita semua semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dan mempererat persatuan dalam membangun Bangka Selatan yang maju dan bermartabat,” ujar Riza Herdavid.
Sementara itu, Ustadz Ucay dalam ceramahnya berhasil mencairkan suasana dengan gaya penyampaian yang ringan, penuh celetukan, dan humor khasnya.
Meski dibalut canda tawa, materi yang disampaikan tetap sarat makna dan memberikan pemahaman baru tentang pentingnya ketakwaan, keikhlasan, serta peran keluarga dalam membangun masyarakat yang religius.
Dengan gaya khasnya, Ustadz Ucay juga menyapa para jemaah, khususnya kaum ibu, dengan doa yang disampaikan secara santun namun mengundang senyum dan tawa. Ia mengatakan, para ibu memiliki peran besar dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan diridai Allah Swt.
“Insyaallah ibu-ibu yang hadir di sini pulang dari masjid bukan cuma dapat ilmu, tetapi juga dapat pahala. Semoga semuanya diberi kekuatan menjadi istri yang salehah, yang sabar mendampingi suami, menyejukkan rumah tangga, dan menjadi madrasah pertama yang penuh cinta bagi anak-anaknya,” ucap Ustadz Ucay disambut gelak tawa dan tepuk tangan jemaah.
Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Bangka Selatan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, serta memperbanyak amal kebaikan, baik dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat.
Tabligh Akbar tersebut berlangsung khidmat hingga akhir acara dan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan Bangka Selatan agar senantiasa diberikan kemajuan, kedamaian, serta masyarakat yang religius dan berakhlak mulia. (*)

















