“Setelah kuliah dan menjadi mahasiswa saya sangat merasakan efek yang luar biasa hasil didikan selama di Pemali. Disiplin yang diterapkan di sana kini membuat saya terbiasa memanajemen waktu,” jelasnya.
Saat ini, Dianto tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Akidah dan Filsafat Islam. Meski sempat tertunda untuk melanjutkan kuliah, semangatnya tak pernah surut untuk meraih gelar sarjana.
Ia merasa beruntung karena selama di Pemali Boarding School kerap dipercaya mengikuti berbagai kegiatan di luar sekolah hingga keluar daerah.
“Sekolah dan asrama itu luar biasa mendorong potensi anak. Bukan hanya tingkat nasional, ada juga yang sampai ke luar negeri,” ungkapnya.
Menurut Dianto, PT Timah juga memberikan dukungan tambahan berupa les bahasa Inggris dan pelatihan penulisan yang sangat berguna saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Tambahan les atau pelatihan penulisan itu memiliki manfaat yang luar biasa bagi anak-anak yang melanjutkan kuliah. Karena di perguruan tinggi banyak mengerjakan tugas menulis seperti esai dan jurnal. Ini benar-benar saya rasakan manfaatnya sekarang,” katanya.
Ia berharap agar program ini dapat terus berlanjut dan tepat sasaran agar semakin banyak anak-anak berpotensi di wilayah tambang yang mendapatkan kesempatan yang sama.
“PT Timah jangan bosan-bosan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di Bangka Belitung. Saya harap kelas beasiswa ini jangan sampai putus dan tepat sasaran,” harapnya.
Untuk para calon siswa yang akan mengikuti program Pemali Boarding School, Dianto memberikan pesan khusus agar tidak menyia-nyiakan kesempatan.
“Untuk adik-adik yang nanti akan menjadi siswa Pemali Boarding School, belajar dengan sungguh-sungguh, gali dan kembangkan potensi diri karena apa yang dijalani selama mengikuti program beasiswa ini akan sangat bermanfaat bagi diri sendiri, terutama dalam hal manajemen waktu dan disiplin,” pungkasnya. (*)















