“Sukanya kalau tarikan sedang bagus. Kalau sedang sepi, ya sehari pulang dicuekin istri,” tuturnya sambil tersenyum getir.
Meski begitu, ia memilih tetap bersyukur. Selain menarik becak, ia juga mencari pekerjaan tambahan agar dapur rumahnya tetap mengepul.
“Alhamdulillah yang penting sehat. Pengalaman saya jadi tukang becak itu karena kebutuhan keluarga. Masih belum bisa mencukupi keluarga, jadi cari tambahan. Tapi syukur alhamdulillah tetap berusaha walaupun jadi tukang becak,” ujarnya.
Sudah hampir sepuluh tahun ia menggantungkan hidup pada becak. Baginya, menarik becak di Banyumas terasa ringan karena warganya ramah. Karena itu, bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo terasa sangat berarti.
“Makanya, alhamdulillah Pak Prabowo, saya terima kasih sekali,” ucapnya dengan suara bergetar.
Maskur masih mengingat momen ketika ia bertemu langsung dengan Presiden Prabowo saat menghadiri peresmian sumur bor di Banyumas.
“Kemarin ketika Pak Prabowo datang ke peresmian sumur bor, alhamdulillah saya datang ke sana bawa becak sendirian. Alhamdulillah ketemu langsung dengan Bapak,” katanya mengenang.
Ia juga berharap para tukang becak lain di Banyumas bisa memperoleh kesempatan yang sama seperti penarik becak di Purwokerto.
Herman Yakub.
















