Saat mengevakuasi warga lain, Sertu Giman dihadapkan pada kondisi paling krusial, yakni menyelamatkan seorang bayi yang masih sangat kecil.
“Saya bilang ke kakeknya, kalau bayi ini digendong, saya tidak bisa menjamin keselamatannya. Saya minta dicarikan baskom untuk bayi itu,” kata Sertu Giman.
Menurutnya, atap seng tempat warga berlindung saat itu sudah bergoyang dan nyaris hanyut karena terbentur arus serta benda-benda yang terbawa banjir. Demi keselamatan, bayi tersebut lebih dulu dievakuasi menggunakan baskom sebelum menyelamatkan warga lainnya.
Dengan tenaga yang nyaris habis, Sertu Giman akhirnya berhasil menyelamatkan sekitar 20 orang. Ia juga menolong seorang anggota TNI bersama anaknya yang sempat hanyut terbawa air bah dengan menggunakan rakit darurat dari jerigen.
Giman mengaku bersyukur dan bahagia karena seluruh warga yang ditolongnya, termasuk bayi berusia dua bulan tersebut, berhasil selamat.
“Saya sebagai manusia punya hati nurani. Saya korbankan nyawa. Insyaallah saya sanggup. Makanya saya nekat,” tuturnya.
Herman Yakub.
















