Sekecil apa pun yang bisa kita lakukan untuk lingkungan harus kita lakukan. Ini demi alam kita dan dampaknya akan kembali kepada kita sendiri.
“Semoga langkah ini dapat meminimalisir potensi bencana di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah lahan yang membutuhkan penanaman pohon, terutama di kawasan bekas pertambangan dan bantaran sungai.
Kami telah memetakan lahan-lahan rawan seperti bekas tambang dan bantaran sungai.
“Penanaman dilakukan untuk memperkuat struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi risiko banjir dan longsor,” ujarnya.
Aziz menambahkan, penanaman sejuta pohon dilaksanakan secara bertahap dan serentak di beberapa kecamatan, menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan lahan di masing-masing wilayah.
“Hari ini penanaman dilakukan di empat kecamatan, yakni Cibeber, Cilegon, Citangkil, dan Ciwandan. Jumlah pohon di setiap titik bersifat kondisional, yang terpenting sesuai kebutuhan lahan,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0623/Cilegon Letkol Inf. Imam Buchori menyampaikan dukungannya terhadap program gerakan penanaman sejuta pohon yang dinilai efektif sebagai upaya mitigasi bencana dan perbaikan lingkungan ke depan.
“Kami sangat mendukung program Pemkot Cilegon, khususnya gerakan penanaman sejuta pohon ini yang sangat penting sebagai mitigasi bencana dan upaya perbaikan lingkungan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menggalakkan gerakan penghijauan agar Kota Cilegon tetap hijau dan terhindar dari risiko banjir di masa mendatang.
“Dengan menjaga dan menanam pohon di lingkungan masing-masing, semoga Kota Cilegon dapat terhindar dari bencana di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















