Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
Berita PT Timah

CSR Bukan Formalitas, PT Timah Tunjukkan Aksi Nyata Lewat Coral Garden

×

CSR Bukan Formalitas, PT Timah Tunjukkan Aksi Nyata Lewat Coral Garden

Sebarkan artikel ini
CSR Bukan Formalitas, PT Timah Tunjukkan Aksi Nyata Lewat Coral Garden

“Jadi saat menenggelamkan coral garden atau artificial reef lainnya, kita tidak perlu lagi mengambil patahan dari karang alami. Ini bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dari hulu sampai hilir,” ujar Indra.

Nelayan dan Pelaku Wisata Rasakan Manfaat

Nelayan setempat, Ramadan, menyebut coral garden membawa perubahan signifikan. Ia tak perlu lagi melaut jauh dan biaya operasional berkurang karena jarak area tangkap kini lebih dekat.

“Cuma sekitar 1 mil dari pantai sudah bisa dapat ikan kakap merah dan lainnya. BBM hemat, hasil meningkat,” ungkapnya.

Tak hanya nelayan, pelaku wisata seperti Rama juga merasakan dampak positif. Spot coral garden jadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin snorkeling dan melihat keindahan bawah laut.

“Wisatawan bisa lihat ikan-ikan dan spot cantik. Semoga titik coral garden terus ditambah,” harap Rama.

Investor Apresiasi Langkah Nyata PT Timah

Sementara itu, salah satu investor ritel yang ikut serta dalam kegiatan penenggelaman coral garden, Thomas Wiliam Simaradjo, mengaku terkesan dengan komitmen PT Timah dalam menjaga lingkungan.

Ia bersama rombongan investor dari Stockbit Sekuritas melakukan site visit ke kawasan operasional PT Timah, termasuk melihat langsung proses dan hasil reklamasi laut di Perairan Pulau Putri.

“PT Timah sangat baik dalam melakukan pengelolaan lingkungan melalui reklamasi. Kami diperlihatkan bagaimana lahan bekas tambang bisa disulap menjadi taman yang indah dan juga ekosistem laut yang kembali produktif. Ini bukan sekadar CSR formalitas, tapi aksi nyata,” ujarnya.

Saat mengikuti kegiatan diving, Thomas melihat langsung bagaimana coral garden buatan yang ditenggelamkan PT Timah telah berubah menjadi habitat alami yang kaya akan biota laut.

“Pengalaman diving bareng tim PT Timah membuka mata kami bahwa reklamasi laut yang dilakukan bukan hanya berhasil, tapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal, seperti nelayan dan pelaku wisata. Ini langkah konkret yang patut diapresiasi,” tambahnya.

Ia juga menyoroti perbedaan antara penambangan legal dan ilegal, yang kerap disamaratakan di mata publik.

“Kalau banyak yang bilang tambang timah merusak lingkungan, itu mungkin karena melihat praktik yang ilegal. Tapi kalau yang legal seperti PT Timah, justru bisa menjadi contoh bagaimana industri tambang bisa berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan,” pungkasnya. (*)

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional