Tak Sekadar Belajar, Difabel SLB Mentok Produksi dan Jual Batik Berkat Program PT Timah
SEKILASINDONEWS.COM – Di balik keterbatasan, lahir karya yang penuh makna. Tangan-tangan terampil para siswa penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kini tak lagi hanya belajar di ruang kelas, tetapi sudah mampu memproduksi hingga menjual batik hasil karya mereka sendiri.
Perjalanan menuju kemandirian itu tak lepas dari dukungan PT Timah (Persero) Tbk melalui Program Sekolah Entrepreneur Difabel yang membuka peluang baru bagi para siswa untuk berkarya sekaligus berdaya secara ekonomi.
Program ini difokuskan pada pengembangan keterampilan vokasi, khususnya di bidang membatik dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Tak hanya diajarkan teknik, para siswa juga didorong untuk memahami proses usaha dari hulu ke hilir.
Kepala SLB Negeri Mentok, Arif Jananto, mengatakan bahwa membatik kini menjadi salah satu unggulan dalam pembelajaran vokasi di sekolah tersebut. Bahkan, produk batik yang dihasilkan telah memiliki identitas sendiri dengan merek Batik Taber.
“Program membatik ini sudah menjadi bagian dari pembelajaran vokasi kami. Dukungan PT Timah sangat membantu, mulai dari alat cap batik, pembingkai kain, hingga bahan-bahan produksi,” ujar Arif, Kamis (2/4/2026).
Dengan dukungan tersebut, para siswa kini mampu menghasilkan berbagai motif khas yang sarat nilai lokal, seperti motif penari, Menara Tanjung Kalian, Wisma Ranggam, mentilin, hingga motif khas daerah lainnya.
Tak berhenti pada proses produksi, para siswa juga mulai dikenalkan pada dunia pemasaran. Produk batik yang dihasilkan telah dipasarkan dengan dukungan berbagai pihak, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, hingga Kodim Bangka Barat.
Selain membatik, semangat kewirausahaan juga dikembangkan melalui unit UMKM sekolah. PT Timah turut memberikan dukungan peralatan untuk usaha minuman seperti jus buah, sehingga siswa memiliki alternatif keterampilan lain yang bisa dikembangkan.










